TA’ARUF dengan PENGHUNINYA yaaaah ..
Yang ini kakak sulung dari tujuh bersaudara di rumah cinta. Kata
orang, doi jelmaam ibu waktu muda. Persis gak ada beda. Kentutnya juga sama
bau, he,..he,.. Sifatnya yang rada-rada sensi juga nurun dari bunda.
Adek-adeknya sering memanggilnya dengan panggilan kesayangan yakni mbak Idha.
Mbak nyantut yang hidungnya mancung ke dalam. Sorry…
Pemilik mata besar
alias (ngiler) ini biasa dipanggil
Aa’ ma adik-adiknya, karena dia Aa’ yang lain jadi Ee’. kakak yang super duper jail namun baik hati
ini paling suka makan nasi goreng. Kulit putih dan hidung mancungnya yang
selalu dibangga-banggakan en bikin ngiri sodaranya yang lain. Taringnya yang
menjuntai keluar bikin orang bingung ngebedain mana dracula mana Aak. Iiiihh,..kok
jadi sereeemmm,..yah,..
Cewek super ribut en
cerewet ini paling suka makan coklat. Makanya wajah sok innocent yang
dimilikinya banyak terlihat choco chipnya alias jerawat. Tapi tetep terlihat
manis lho.. pecinta warna biru ini hobi banget ngerjain orang. Meski begitu
orangnya nyenengin kok. Karena ia baik hati dan sedikit sombong.He..he..
ups..lupa..namanya Wiya,..
Kalau yang ini
namanya Rhe. Cewek paling sensi se-NTB. Tubuhnya yang tergolong paling
mungil di antara sodaranya yang lain, bikin doski terlihat seperti paling
bongsor. Padahal gak juga. Wajah lugu en sok imut yang dia empunya sering bikin
orang ketipu. Masalahnya doi orangnya rame en ribut. Apalagi kalok lagi tidur, (maksudnya..ngorok.???
) he..he.. nggak ding.!! Becanda.
Ya...ya..ya…kalau
yang ini adalah anak ke-enam dari tujuh bersaudara
ini. Postur tubuh yang lebih tinggi en lebih melar dari sodara ceweknya bikin do’i
terlihat lebih tua dari umurnya (Dasar..wajah Boros). bibir seksi en suaranya yang melengking jadi ciri
khasnya dia. jangan heran lho, lok
tiba-tiba kamu ngeliat ada tato di kedua kakinya , itu bekas penyakitnya. kata Neny
sih buat jimat…nakutin anak kodok,..??? he,..he,..
Gak tau kenapa. Penghuni rumah cinta yang paling
bongsor ini selalu bikin orang marah. Di mata sodara sodaranya doi gak pernah
keliatan bener. Meski sebenarnya si ade ini terkadang lucu en lugu. Vokalnya yang masih njelimet en cadel ini bikin geregetan dengerinya. BTW si adek dah terbiasa dengan olok-olokan
kakaknya yang terkadang kelewatan. Panggil aja ade Ocit.
EPISODE SATU
BERLIBUR
Liburan merupakan moment pavorit setiap orang. Yap.. apalagi di rumah
cinta ini. Untuk urusan heaking.
Peacking. Eating. Pelecing. Ampe kencing en semua yang berbau ing-ing Aak ngiler jagonya.
Gimana gak. Setiap masa libur sekolah tiba. Ada saja tempat-tempat baru
yang akan dikunjungi. Dan itu semua pasti rekomendasi dari Aak. So pasti acara
berlibur menjadi lebih pariatif en gak ngebosenin. Jadi. Suasana berlibur jadi
lebih seru dan berkesan.
Tapi, musim libur kali ini. Penghuni rumah cinta adem ayem saja. Dari
mulut Ummi dan Abah belum ada tanda-tanda kalau tahun ini akan berlibur kemana.
Atau,
jangan-jangan gak ada dana…???. Atau barangkali, liburan taon ini
ditiadakan..?? Aaahh…itu sih mustahil. Atau bisa jadi Ummi ma Abah sengaja
merahasiakannya. Yang ini baru kemungkinan yang sedikit memungkinkan. Atau
tepatnya ummi ma abah lupa kalau musim liburan telah datang. Yang ini paling
parah.
Secara,.. Abah
sibuk dengan jadwal majelis pengajiannya yang masih numpuk. Dan Ummi... sibuk
dengan apanya ya…???.
Bukan namanya penghuni rumah cinta kalau
tetep adem ayem ketika terjadi masalah mendesak seperti ini. Mereka bersiap-siap
untuk turun demo menuntut Ummi dan Abah segera merealisasikan program tahunan
keluarga cinta ini. Dan si Ahmad yang telah membaiat diri sebagai korlap*
segara mencoba untuk melakukan negosiasi.
“ Mi.. masa sih taon ini kita gak
kemana-mana..? “
“ Iya Mi.. padahal kita dah belajar
mati-matian supaya dapat juara. Tapi mana reaksi balik dari pihak orang tua. “
protes Neni gak sabaran.
“ Maksudnya hadiah..? “ Tanya Ummi
sembari memperbaiki jahitan baju adek Ocit yang koyak
“ Iiihh.. Ummi pura-pura lupa, atau
pura-pura gak ingat sih. “ Rhe cemberut lima senti.
“ Iya nih. Ummi jangan lari dari kenyataan
deh..” Wiya mulai jengkel.
“ Ummi mana tau yang beginian Tanya ja
ma Abah. “ Jawab Ummi sedikit kesal karena diteror.
“ Secara,… Abah kita yang baik hati dan
tidak sombong pasti akan mengabulkan pemintaan anak-anaknya. “ Wiya beroptimis
ria.
“ Yunda Wiya… “ Ahmad mencoba
menetralisir keadaan. “ kalau Abah sih oke-oke saja. Sekarang tergantung
bendaharanya. Ada sisa kas gak taon ini.? “ Wiya, Rhe, dan Neni, saling tatap
bergantian.
“ Gak ada sisa kas taon ini. “ bentak Ummi.
Kelima bersaudara itu saling lempar
tanggung jawab satu sama lain. Jelas mereka kecewa dengan hasil negosiasi kali
ini.
Tapi mereka tidak patah semangat.
Tuntutan tak dikabulkan. Merekapun akan kembali menuntut hak-hak mereka ke
pengadialan yang lebih tinggi. Dan berjanji akan membawa massa dua kali lipat
dari sebelumnya. Sudah seperti demo besar-besaran saja.
“ Pengumuman-pengumuman…!!! Sebelum kita
menuntut hak-hak kita sebagai anak. Diingatkan kepada semua peserta orasi untuk
tidak melakukan perbuatan anarkis . hati-hati dengan penyusup. Bertindaklah
yang bersih dan sopan. Agar tuntutan kita
dikabulkan… mengertiii.. “ Teriakan Ahmad
terdengar lantang. Berlagak bak seorang orator handal yang tengah menggiring
massanya demo ke ketua RT..hi..hi..
massanya yang
masih berjumlah empat ekor itu ikut teriak bersemangat terhipnotis oleh
lolongan sang pemimpin.
“ berlibur… berlibur… berlibur… “
Mereka
meneriakkan yel-yel dengan penuh semangat. Hingga menggema ke penjuru kamar. Abah
hanya diam saja mendengar keributan di rumah cinta ini. Hal biasa yang
dilakukan putra-putrinya sebagai wujud cinta kasih mereka pada saudaranya. Tapi
sepertinya pagi ini Abah tidak tau apa yang sebenarnya akan terjadi.
“ Ingat…kita harus bertindak yang bersih
dan sopan. “ Ahmad kembali mengingatkan massanya.
“ Iya… setuju… kalau kebersihan itu juga
sebagian daripada iman. “ Neni angkat suara lebih bersemangat lagi. Wiya dan
Rhe mulai menghitung.
“ Satu, dua, ti… Gak nyambung kaleee… “
teriak mereka berdua tepat di telinganya Neni. Membuat Neni marah.
“ Sudah-sudah gak perlu ribut.
Demonstrasi ini dilanjutkan. Siap… “ tegas Ahmad.
Peserta demo itu
telah siap melanjutkan aksinya dan mengambil posisi serta tugas masing-masing.
Target pertama adalah kamar Abah.
Baru saja Ahmad menyiapkan pasukannya.
Terdengar suara Ummi memanggil.
“ Wiya.. buat teh lima gelas. “ perintah
Ummi dari dalam kamar.
Rupanya Abah ada
tamu pagi itu..
” Aakh.. sial.. “ runtuk semua.
@
RMH CNT @
Keenam bersaudara itu, menggelar tasyakkuran di
kamar Aak ngiler. Karena tuntutan mereka dikabulkan. Mereka merayakannya dengan
mendengar musik dan bernyanyi bersama.
“ Kita harus segera kabarkan mbak Ida
berita gembira ini. “ usul Rhe semangat.
“ Tentu… “ jawab Aak.
“ Sepertinya kemarin saya lihat
suaminya sedang sakit gigi.! “ Neni lansung berinfo.
“ Apa ini sebagai pertanda si sulung
tidak bisa ikut ?. “ Wiya sok meramal.
“ Gak bisa gitu dong.! Sebagai keluarga
besar yang selalu rukun dan kompak. Semua personil harus ikut. “ protes Ahmad
“ Yahhh… “ semua mendesah pasrah.
Melihat semua mendadak lemas, Aak
segera mengangkat suara bijak.
“ Kita doakan saja, semoga kakak ipar
kita sehat dan besok pagi bisa bergabung bersama kita. “
“ Ahmad … lansung pimpin doa.! “ titah
Aak tegas.
Suasana yang ribut plus merih berubah
menjadi tenang dan khidmat. Ahmad memulai doanya.. “ Semoga Allah memberikan kesehatan kepada
saudara kakak ipar. Kumpulang* para nabi… alfatihah… “ semua tertunduk larut
dalam kekhusyukan masing-masing. Sampai-sampai si adek Ocit dan Neni
terkantuk-kantuk.
@ RMH CNT @
Aktivitas pagi ini tidak seperti biasanya. Sebelum subuh Ummi sudah sibuk dengan urusan
dapur untuk mempersiapkan semua bekal liburan hari ini. Wiya membantu
meringankan beban sang bunda dengan mengambil alih tugas memasak.
Seperti biasa setelah usai shalat subuh. Adek
Ochit yang masih duduk di bangku eSDe
menjalankan kewajibannya, yakni mengaji. Sementara personil rumah cinta yang
lain berkumpul di kamar Aak ngiler. Sepertinya mereka sedang berembuk,
menentukan tujuan dan lokasi berlibur
kali ini.
“ Omong- omong… sebenarnya rute kita
kemana hari ini?. “ Tanya Rhe penasaran.
Wiya ma Aak
ngiler saling melempar tanggung jawab. Maklumlah, Cuma mereka berdua yang
selalu diterima usulnya oleh pasukan lain.
“ Iya nih.. sudah heboh-heboh begini,
tapi gak tau mau kemana. Yah.. cape deh.. “ suara Neni tiba-tiba melengking.
Memekakkan telinga.
“ tenang-tenang… “ Wiya menahan nafas
dan masih menutup telinga, sekedar jaga-jaga kalau lengkingan Neni pecah
kembali. “ Sebaiknya kita musyawarahkan saja “
“ Betul … “ Sambung Ahmad yang sejak tadi berfikir serius.
“ Kalau begitu, Mad.. lansung pimpin
rapat sekarang. Tanpa konfrensi pers.. “ sesepuh mengeluarkan surat tugas.
Dengan cekatan Ahmad mulai memimpin sidang paripurna di rumah cinta. Meski ia
masih duduk di bangku kelas dua SMP. Dan sidang kali ini mengusung tema,
MELANCONG,.. YUK..!!!
Prosesi rapat berjalan begitu alot.
Meski baru berjalan satu menit yang lalu belum juga ada keputusan final.
Intrupsi, solusi, kontribusi, konsumsi, ataupun epilepsi belum juga terdengar. Ketika
rapat telah berjalan sepuluh menit. Para peserta saling memperdebatkan lokasi
yang akan dituju. Namun belum juga menemukan titik terang. Wiya atau pun Aak
ngiler yang selalu diandalkan dalam memberikan kontribusi baru malah mematung
dan diam lima ribu bahasa.
“ Baik,.. kami akan menampung usulan
dari masing-masing fraksi…” pimpinan rapat menegaskan. “ Dan dimulai dari
cewek-cewek lewek*. “ pimpinan rapat menyilakan jubir dari fraksi CCL itu
beraksi.
Cewek yang super lewek unjuk aksi. “ Gimana kalau kita ke,…“ Neni menggantungkan kalimatnya, sambil melirik
kanan kiri berharap usulnya disetujui publik. Semua harap-harap cemas.
“ ##&&&!!!@@ “
“ Emmm… “ Neni menggaruk-garuk kakinya
yang mulai menggatal.
Semua peserta
sidang masih menunggu sabar.
“ Ahhh… ke ini aja.. “ masih menggaruk.
Malah semakin nikmat.
“ Aku tau…” sambut Wiya asbak ( asal tebak
)
Aa’, Ahmad dan
Wiya saling lirik. Dengan serempak mereka menjawab.
“ kita pergi ke….SPECIALIS KULIIIIT… “
“ Kok tau sih…” Neni malu-malu meong.
“ Yang serius dong.!!! “ Rhe ngambek.
Kecapean mikir.
“ Dinda Neni, ini kesempatan terkhirmu
untuk mengajukan pendapat..”
Semua serius
“ Sembari mengangkat kedua tangan dan
bahunya tinggi-tinggi, meski burketnya menebar pesona. Dengan santai gadis
bersuara lengking itu menjawab. “ Me-Ne-Ke-Te-He …”
“ Sebaiknya kita libatkan si bungsu dalam
mengambil kebijakan ini. “ Aa’ ngiler
mencoba alternatif lain.
“ Setuju.. kita tidak pernah tau mungkin di
otak kecilnya itu tersimpan ide-ide brilian.. “ Ahmad semangat, begitu juga
dengan yang lain. Neni pun segera
memanggil ade Ocit yang baru selesai mengaji.
Si ade yang baru
berusia tujuh tahun itu segera memasuki arena rapat dan bergaya sok, seperti
orang penting saja, karena Neni datang menjemputnya dan lansung mengambil
posisi duduk tepat di atas tumpukan bantal di atas kasur Aa’ yang tidak
berdipan, hingga membuat semua kakak-kakaknya marah.
“ Dari pada marah-rarah gak jelas yang
menghabiskan energi dan waktu percuma. Sekarang lebih baik kita tanyakan
lansung apa pendapat si kecil ini. “ Aa’ menengahi keributan yang di sebabkan
oleh kedatangan si ade.
“ Baik, apa usulan ade tentang tujuan
melancong kita hari ini. ? “ pemimpin rapat lansung menyilakan ade Ocit yang
masih bengong tidak mengerti maksud ucapan kakaknya tadi.
“ Si Ocit mana ngerti bahasa begituan,..”
sambut Neni geregetan.
“ Begini… ade mau pesiarnya hari ini
kemana, mau ke pantai, atau ke makam, atau ke pemandian air dingin kah..? “
Wiya menjelaskan si ade dengan bahasa yang lebih sederhana. Ade Ocit pun
manggut-manggut tanda mengerti.
“ Bagaimana kalau kita ke,… ke… pantai
saja..” sembari memegang dagu berlagak
mikir, si bongsor sok bijak.
“ Idiih,..itu sih dari tadi,.. kaleee…
sekarang tujuannya itu mau ke pantai mana ?..o’ooon… “ Neni esmosi.
“ Oh… itu..!! pantai.. pantai…itu,..
pantai apa sih namanya..itu,..” gaya mikirnya yang rada bolot bikin semua kakaknya
geregetan.
“ Pantai apa…? “ semua kompakan nanyak.
“ Nah… gimana kalau kita ke…pantai Asuhan
aja…” jawab Ocit polos.
Semua saling pandang.
Setelah satu menit berlalu..
“ Ha..ha…ha…ha…ha..”
Suara tawa dari
ruang sidang terdengar menggelegar, ade Ocit pun tidak dapat lolos dari keroyokan
kakak-kakaknya yang super duper jail.
Setelah suara
tawa yang menggelegar itu berhenti sejenak
berganti suara tangisnya Ocit yang super kencang karena seluruh tubuhnya
memar di keroyok ke Lima sodaranya yang semuanya memiliki rasa pri ketegaan,
hingga membuat ibu dan Abah ikut turun tangan karena beliau menganggap bahwa di
ruang rapat telah terjadi penganiayaan terhadap kaum du’afa.
Huwaha,..ha,..ha,..ha,..
( ketawa lagi deh. )
@
RMH CNT @
Dua jam lagi semua penghuni rumah cinta
akan berangkat piknic, semua kompakan menyiapkan barang bawaan yang di
perlukan, seolah-olah tak pernah terjadi peristiwa penganiayaan pagi tadi.
Terlihat dari girah mereka yang akan berlibur bersama orang-orang yang mereka
cintai. Itulah keluarga cinta, keluarga yang selalu di liputi kebahagiaan,
keluarga yang penuh dengan cinta kasih setiap penghuninya.
Pagi-pagi sekali mbak Ida datang bersama
suami dan anak semata wayangnya yang baru berumur delapan bulan. Sepertinya
lengkap sudah pormasi barisan keluarga cinta. Karena semua telah berkumpul dan
siap untuk berangkat menikmati hari libur yang akan mempererat ikatan darah dan
batin penghuninya. Kekuatan cinta karena Allah yang tulus dan akan abadi selamanya.
Sepanjang perjalanan semua penghuni rumah cinta berdendang, bercerita,
dan berceloteh apa saja sambil menikmati perjalanan yang di berkahi dan di
ridhai Allah. Kebersamaan yang penuh dengan cinta adalah nikmat yang tak kan pernah bisa tergantikan dengan yang
lain.
Pesan moral :
Lombok tidak hanya kaya dengan panorama alam
seperti Rinjani, akan tetapi lombok kini terkenal dengan pantai-pantai yang
berada di tengah kota, Hebat kan,..?! seperti pantai Jompo, pantai Asuhan bahkan
pantai Rehabilitasi. Semuanya bagus-bagus sebagai tempat rekreasi…percaya deh..!!
@
RMH CNT @
Tidak ada komentar:
Posting Komentar